
Badan Gizi Nasional (BGN) mulai mengevaluasi skema penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk tahun anggaran mendatang. Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah tidak lagi memasukkan sebagian siswa SMA sebagai penerima manfaat agar anggaran dapat lebih difokuskan kepada kelompok yang dianggap paling membutuhkan.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menjelaskan peninjauan dilakukan sebagai bagian dari refocusing program pada 2027. Pemerintah ingin memastikan dana yang tersedia benar-benar digunakan untuk kelompok rentan yang memiliki kebutuhan gizi lebih mendesak.
Dalam kajian tersebut, siswa SMA dari keluarga yang dinilai mampu berpotensi tidak lagi memperoleh fasilitas MBG. Sebaliknya, program akan lebih diarahkan kepada peserta didik dan kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan nutrisi secara langsung.
BGN menegaskan evaluasi ini tidak berarti program MBG dihentikan. Pemerintah justru berupaya meningkatkan efektivitas pelaksanaan sehingga kualitas layanan dan manfaat yang diterima masyarakat tetap terjaga.
Keputusan final mengenai perubahan penerima manfaat masih menunggu pembahasan lebih lanjut. Namun pemerintah memastikan prinsip utama program tetap mengedepankan ketepatan sasaran dan perbaikan status gizi nasional.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.



