Komisi III DPR Minta Polisi Usut Tuntas Penyerangan Kantor PWI Solok Selatan

Komisi III DPR Minta Polisi Usut Tuntas Penyerangan Kantor PWI Solok Selatan

Komisi III DPR RI meminta kepolisian mengusut tuntas kasus penyerangan terhadap kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Solok Selatan, Sumatera Barat. DPR menilai tindakan kekerasan terhadap organisasi pers tidak boleh dibiarkan karena dapat mengancam kebebasan pers dan iklim demokrasi. 

Anggota Komisi III DPR RI Abdullah menyatakan aparat penegak hukum harus segera mengidentifikasi dan menangkap pelaku penyerangan agar kasus tidak menimbulkan keresahan lebih luas di masyarakat. Menurut dia, perlindungan terhadap jurnalis dan institusi pers menjadi bagian penting dalam menjaga kebebasan informasi di Indonesia. 

“Polisi harus mengusut tuntas dan menangkap pelaku,” kata Abdullah terkait insiden penyerangan kantor PWI Solok Selatan. 

Peristiwa penyerangan terjadi pada Selasa (19/5/2026) malam ketika sekelompok orang mendatangi kantor PWI Solok Selatan. Dalam kejadian tersebut, sejumlah fasilitas kantor dilaporkan mengalami kerusakan akibat aksi pelemparan dan perusakan oleh pelaku yang belum diketahui identitasnya. 

DPR menilai kasus tersebut harus menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik. Komisi III juga meminta aparat memastikan tidak ada intimidasi maupun ancaman lanjutan terhadap jurnalis di wilayah tersebut. 

Sementara itu, kepolisian setempat disebut telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap pelaku penyerangan. Polisi juga mendalami motif aksi kekerasan yang menyasar kantor organisasi wartawan tersebut. 

Kasus penyerangan terhadap kantor media dan organisasi pers belakangan kembali menjadi perhatian publik. Sejumlah organisasi jurnalis meminta aparat penegak hukum memberikan perlindungan maksimal kepada insan pers agar kebebasan pers tetap terjaga sesuai amanat Undang-Undang Pers. 

Komisi III DPR menegaskan pengusutan tuntas diperlukan untuk memberikan efek jera sekaligus memastikan tidak ada pihak yang menggunakan kekerasan untuk membungkam kerja jurnalistik di Indonesia.

Website |  + posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

Jessie Evelyn Kartadjaja

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

More From Author

Fluktuasi Rupiah Dinilai Jadi Momentum Pembenahan Struktur Ekonomi Nasional

Fluktuasi Rupiah Dinilai Jadi Momentum Pembenahan Struktur Ekonomi Nasional

DPR Setujui Evaluasi Perubahan Kedua Prolegnas Prioritas 2026

DPR Setujui Evaluasi Perubahan Kedua Prolegnas Prioritas 2026