
Pasar saham Indonesia mengalami tekanan besar setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengeluarkan 18 emiten domestik dari indeks globalnya. Dampaknya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung melemah tajam dan sempat turun lebih dari 1,5 persen dalam perdagangan setelah pengumuman tersebut.
Tekanan jual terjadi usai MSCI merilis hasil evaluasi indeks Mei 2026 yang menghapus sejumlah saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index maupun MSCI Small Cap Indexes. Investor asing langsung melakukan aksi jual karena perubahan indeks itu berpotensi memicu keluarnya aliran dana asing dari pasar domestik.
Dalam perdagangan Kamis (14/5), IHSG ditutup melemah 1,55 persen ke level 6.723,32. Nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp 18,9 triliun dengan saham yang turun mendominasi perdagangan harian.
Beberapa saham besar yang terdampak antara lain PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), serta PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). Selain itu, sejumlah saham lain juga dikeluarkan dari kategori MSCI Small Cap Indexes.
Analis pasar modal menilai keluarnya emiten dari indeks MSCI biasanya memicu penyesuaian portofolio investor global, khususnya manajer investasi yang menggunakan indeks MSCI sebagai acuan investasi. Kondisi itu menyebabkan tekanan jual meningkat dalam jangka pendek.
Meski demikian, sebagian analis melihat koreksi pasar masih bersifat teknikal dan tidak sepenuhnya mencerminkan fundamental emiten. Faktor eksternal seperti ketidakpastian suku bunga Amerika Serikat dan arus modal asing global juga turut mempengaruhi pelemahan pasar saham Indonesia.
Bursa Efek Indonesia memastikan perdagangan saham tetap berjalan normal dan volatilitas pasar masih dalam batas yang dapat dikendalikan. Otoritas pasar juga terus memantau pergerakan dana asing serta stabilitas transaksi di tengah tekanan sentimen global.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.
