
Pemerintah memutuskan menunda rencana kenaikan tarif royalti dan bea keluar sektor mineral dan batu bara setelah muncul berbagai masukan dari pelaku usaha. Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta.
Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan kedua menteri sepakat menunda implementasi kebijakan tersebut guna memberi ruang evaluasi lebih lanjut. Pemerintah ingin memastikan kebijakan fiskal di sektor pertambangan tetap menjaga penerimaan negara tanpa mengganggu iklim investasi nasional.
Menurut Anggia, pemerintah masih menampung aspirasi pengusaha dan melakukan simulasi terhadap dampak kebijakan terhadap industri tambang. Evaluasi itu dilakukan agar formulasi akhir yang disusun dapat menguntungkan negara sekaligus menjaga keberlanjutan usaha pelaku industri mineral dan batu bara.
Sebelumnya, pemerintah sempat mengusulkan kenaikan tarif royalti sejumlah komoditas strategis melalui revisi Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2025. Dalam rancangan yang diuji publik, komoditas seperti nikel, timah, emas, dan perak masuk dalam daftar yang mengalami penyesuaian tarif royalti.
Bahlil menegaskan usulan yang sempat dipublikasikan beberapa hari lalu belum menjadi keputusan final. Ia menyebut proses tersebut masih berada pada tahap uji publik sehingga pemerintah terbuka terhadap kritik maupun masukan dari pelaku usaha dan masyarakat.
Penundaan kebijakan itu juga dilakukan di tengah kekhawatiran dunia usaha terhadap dampaknya terhadap daya saing industri hilirisasi mineral nasional. Sejumlah pelaku industri sebelumnya menyampaikan keberatan karena kenaikan royalti dan bea keluar dinilai dapat menambah tekanan biaya produksi di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Pemerintah memastikan pembahasan kebijakan penerimaan negara dari sektor sumber daya alam tetap berlanjut. Kementerian Keuangan dan Kementerian ESDM disebut tengah mencari skema lain untuk meningkatkan pendapatan negara tanpa menimbulkan gejolak di sektor pertambangan.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.
