
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya menyetujui pemberian insentif kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) mulai Juni 2026. Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah memperkirakan harga minyak dunia berpotensi terus meningkat akibat konflik geopolitik global yang belum mereda.
Purbaya mengakui sebelumnya dirinya tidak terlalu mendukung pemberian stimulus untuk industri kendaraan listrik. Namun, situasi energi global membuat pemerintah perlu mengubah strategi agar ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM) bisa ditekan dalam beberapa bulan mendatang.
Menurutnya, konflik antara Amerika Serikat dan Iran diperkirakan masih akan berlangsung cukup panjang sehingga berpotensi menjaga harga minyak mentah tetap tinggi. Kondisi tersebut dinilai dapat memperbesar beban impor energi Indonesia apabila konsumsi BBM masyarakat tidak dikurangi.
Purbaya menilai kendaraan listrik dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi tekanan impor energi nasional. Ia mengatakan perpindahan konsumsi masyarakat dari BBM ke listrik akan membantu memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah gejolak harga energi global.
Selain mengurangi impor BBM, pemerintah juga melihat potensi pemanfaatan kelebihan pasokan listrik nasional. Saat ini, sistem kelistrikan PLN disebut masih memiliki kapasitas produksi yang belum terserap optimal sehingga penggunaan kendaraan listrik dianggap dapat meningkatkan efisiensi energi domestik.
Pemerintah menyiapkan insentif untuk 100 ribu unit mobil listrik dan 100 ribu sepeda motor listrik pada tahap awal implementasi. Untuk motor listrik, subsidi yang disiapkan sebesar Rp5 juta per unit, sedangkan insentif mobil listrik akan diberikan melalui skema Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).
Purbaya juga menjelaskan besaran insentif nantinya dibedakan berdasarkan jenis baterai kendaraan listrik. Pemerintah disebut akan memberikan dukungan lebih besar kepada kendaraan berbasis baterai nikel sebagai bagian dari strategi hilirisasi industri mineral nasional.
Kebijakan insentif EV tersebut kini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mempercepat transisi energi nasional di tengah ancaman kenaikan harga minyak dunia.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.
