Harga LNG Industri Dipangkas Jadi US$13, Pertamina Pastikan Pasokan Tetap Aman

Harga LNG Industri Dipangkas Jadi US$13, Pertamina Pastikan Pasokan Tetap Aman

Ilustrasi. Foto: Harga LNG Industri Dipangkas Jadi US$13, Pertamina Pastikan Pasokan Tetap Aman

Pemerintah resmi menurunkan harga gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) untuk kebutuhan industri menjadi US$13 per million British thermal unit (MMBTU). Kebijakan tersebut disambut PT Pertamina (Persero) yang memastikan penyesuaian harga tidak akan mengganggu ketersediaan pasokan energi bagi sektor industri.

Langkah penurunan harga ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat daya saing industri nasional di tengah tekanan biaya produksi yang masih tinggi. Selain mendorong efisiensi operasional perusahaan, kebijakan tersebut juga diharapkan mampu menjaga aktivitas manufaktur dan meminimalkan risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor padat karya.

Pertamina menyatakan siap menjalankan kebijakan pemerintah sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Perseroan menegaskan akan terus menjaga keandalan distribusi LNG agar kebutuhan industri tetap terpenuhi meskipun terjadi perubahan skema harga.

Penyesuaian tarif LNG dilakukan setelah pemerintah mengevaluasi tingginya biaya energi yang selama ini dikeluhkan pelaku industri. Sebelum kebijakan tersebut diberlakukan, harga LNG untuk sektor industri berada pada kisaran US$20 hingga US$23 per MMBTU sehingga dinilai membebani biaya produksi sejumlah perusahaan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya menegaskan harga baru sebesar US$13 per MMBTU berlaku efektif sejak diumumkan tanpa harus menunggu aturan turunan. Pemerintah berharap implementasi kebijakan dapat segera memberikan dampak terhadap efisiensi industri yang mengandalkan LNG sebagai sumber energi.

Meski demikian, pemerintah menegaskan penurunan harga tidak diterapkan untuk seluruh pengguna gas. Kebijakan tersebut diprioritaskan bagi industri hilir yang memiliki kontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja dan menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Pertamina juga memastikan koordinasi dengan pemerintah akan terus dilakukan agar implementasi kebijakan berjalan lancar. Perseroan menilai kepastian pasokan tetap menjadi faktor utama dalam menjaga keberlangsungan aktivitas industri di berbagai wilayah.

Melalui kombinasi harga energi yang lebih kompetitif dan jaminan pasokan, pemerintah berharap industri dalam negeri dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat daya saing di pasar global. Kebijakan tersebut juga menjadi salah satu instrumen untuk menjaga stabilitas sektor manufaktur yang berperan besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional serta penciptaan lapangan kerja.

Website |  + posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

Jessie Evelyn Kartadjaja

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

More From Author

Pramono Janji Tuntaskan Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu yang Lama Mangkrak

Pramono Janji Tuntaskan Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu yang Lama Mangkrak

Emiten Batu Bara COAL Tanpa Pendapatan, Rugi Bersih Membengkak Jadi Rp8,2 Miliar

Emiten Batu Bara COAL Tanpa Pendapatan, Rugi Bersih Membengkak Jadi Rp8,2 Miliar

Berita Terpopuler