
Seorang mahasiswi di Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi korban penyekapan dan pemerkosaan setelah diduga tertipu lowongan pekerjaan yang ditawarkan melalui media sosial. Korban dilaporkan mengalami kekerasan selama tiga hari sebelum akhirnya berhasil diselamatkan aparat kepolisian.
Kasus tersebut terungkap setelah korban melapor ke polisi dalam kondisi trauma. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pelaku mengiming-imingi korban pekerjaan paruh waktu sebelum mengajak bertemu di salah satu lokasi di Kota Makassar.
Setelah bertemu, korban diduga dibawa ke sebuah rumah dan disekap selama tiga hari. Selama berada di lokasi tersebut, pelaku disebut melakukan kekerasan seksual berulang kali terhadap korban. Polisi menyebut korban juga mengalami intimidasi sehingga tidak bisa melarikan diri.
Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Sulsel Kompol Supriadi mengatakan pelaku kini telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mendalami kemungkinan adanya korban lain dengan modus serupa.
Menurut penyidik, pelaku memanfaatkan kebutuhan korban yang sedang mencari pekerjaan tambahan. Modus lowongan kerja palsu dinilai semakin marak digunakan dalam tindak kejahatan karena pelaku mudah menjaring korban melalui media sosial maupun aplikasi percakapan.
Polda Sulawesi Selatan mengimbau masyarakat lebih berhati-hati terhadap tawaran kerja yang tidak jelas identitas perusahaan maupun lokasi kerjanya. Polisi meminta masyarakat memastikan legalitas lowongan pekerjaan sebelum melakukan pertemuan dengan pihak perekrut.
Kasus ini kembali menyoroti maraknya penipuan berkedok rekrutmen kerja di media sosial. Aparat meminta korban atau masyarakat yang menemukan pola serupa segera melapor agar tindak kejahatan dapat dicegah lebih cepat. Polisi saat ini masih melengkapi berkas penyidikan dan menunggu hasil pemeriksaan medis korban. Pelaku terancam dijerat pasal berlapis terkait penyekapan dan kekerasan seksual sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.
