
Pemerintah tengah menyiapkan Instruksi Presiden (Inpres) baru yang akan mengatur operasional Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih. Regulasi tersebut disiapkan menjelang peluncuran tahap awal ribuan koperasi yang ditargetkan mulai beroperasi dalam waktu dekat.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan rancangan Inpres operasionalisasi Kopdes Merah Putih saat ini sudah berada di Kementerian Sekretariat Negara untuk proses finalisasi. Aturan tersebut akan melengkapi dua Inpres sebelumnya yang mengatur percepatan pembentukan dan pembangunan fisik koperasi desa.
Menurut Ferry, Inpres terbaru nantinya akan menjadi panduan utama terkait tata kelola operasional koperasi di lapangan. Pemerintah akan mengatur berbagai aspek penting mulai dari model bisnis koperasi, rekrutmen sumber daya manusia (SDM), hingga sistem informasi manajemen yang digunakan dalam pengelolaan operasional.
“Operasionalisasinya itu bukan pembangunan fisiknya, tapi model bisnisnya, kemudian rekrutmen SDM, sampai sistem informasi manajemen yang harus dipersiapkan,” ujar Ferry dalam Rapat Koordinasi Nasional Kementerian Koperasi di Jakarta.
Pemerintah juga memastikan penyusunan aturan tersebut melibatkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Ferry menyebut pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah hingga BUMN pangan seperti PT Agrinas Pangan Nusantara agar implementasi koperasi desa dapat berjalan seragam di seluruh daerah.
Inpres operasionalisasi tersebut ditargetkan terbit sebelum peluncuran tahap awal Kopdes Merah Putih pada 16 Mei 2026. Pemerintah berencana meresmikan operasional 1.061 koperasi desa dan kelurahan secara simbolis di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, yang akan dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto.
Program Kopdes Merah Putih menjadi salah satu proyek prioritas pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa dan distribusi kebutuhan masyarakat. Hingga Mei 2026, Kementerian Koperasi mencatat sekitar 37.327 titik Kopdes Merah Putih telah dan sedang dibangun di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 8.927 koperasi dilaporkan sudah rampung lengkap dengan gudang, gerai, dan fasilitas pendukung lainnya.
Presiden Prabowo sebelumnya menargetkan sekitar 30 ribu Kopdes Merah Putih dapat mulai beroperasi penuh pada Juli 2026. Pemerintah berharap koperasi tersebut dapat menjadi pusat distribusi pangan, produk UMKM, layanan logistik, hingga penggerak ekonomi lokal di tingkat desa dan kelurahan.
Selain pembangunan fisik, pemerintah kini fokus memastikan kesiapan sistem operasional dan SDM agar koperasi desa tidak hanya berdiri secara administratif, tetapi juga mampu menjalankan kegiatan usaha secara berkelanjutan.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.
